Tips Membeli Rumah untuk Pasangan Muda dalam Jangka 5 Tahun

Reading Time: 3 minutes

Fakta mengejutkan diungkapkan oleh PT Pembangunan Perumahan Urban yang merupakan anak perusahaan dari PT PP (Persero) pada tahun 2019 lalu. Menurut data mereka, sebanyak 61% generasi milenial Indonesia tidak mempunyai aset properti.

Namun, lain halnya kalau Anda berencana menikah. Apakah Anda mau terus-terusan tinggal di rumah kontrakan? Apalagi, biaya kontrakan bakal terus meningkat setiap tahunnya.

Padahal, dengan strategi yang tepat, pasangan muda bisa mewujudkan impian membeli rumah dalam jangka 5 tahun seperti di bawah ini.

1. Tanam komitmen yang kuat

Tanamkan komitmen yang kuat dari sekarang-KapitalBoost

Hal pertama yang wajib Anda lakukan biar bisa membeli rumah dalam waktu 5 tahun ke depan adalah menanamkan komitmen kuat. Pastikan bahwa Anda bersama pasangan memiliki visi yang sama untuk bisa memperoleh rumah.

Ketika adanya kesepahaman dalam menentukan financial goals, Anda dan pasangan punya fondasi kuat untuk mewujudkan impian tersebut.

2. Tentukan bujet

Lakukan perencanaan keuangan Anda dengan matang-KapitalBoost

Tips yang selanjutnya adalah melakukan perencanaan keuangan yang matang. Anda ingin rumah yang seperti apa? Bagi pasangan muda, rumah yang sederhana jadi pilihan tepat.

Selanjutnya, Anda bisa memilih cara pembelian rumah yang digunakan. Beberapa metode yang bisa dipertimbangkan di adalah:

  • Kredit Perumahan Rakyat (KPR)

KPR menjadi metode pembelian rumah yang populer di kalangan pasangan muda. Untuk menggunakan KPR, Anda terlebih dahulu harus membayar uang muka dengan jumlah tertentu.

Selanjutnya, Anda memperoleh opsi cicilan dengan durasi mencapai 20 tahun. Semakin lama cicilan, beban suku bunga KPR semakin meningkat.

  • Tunai bertahap

Selanjutnya, Anda bisa pula memilih metode pembayaran tunai bertahap. Metode pembelian rumah yang satu ini dilakukan tanpa peran bank. Cicilan dibayarkan secara langsung kepada pihak developer.

Cara membeli rumah dengan tunai bertahap biasanya dilakukan dengan tenor pendek, berkisar antara 6 bulan sampai 3 tahun.

  • Cash keras

Cara yang ketiga, Anda bisa menggunakan metode cash keras. Pembelian dengan metode ini sangat cocok bagi Anda yang punya dana besar.

3. Hindari membeli barang secara kredit

Hindari pola pembelian barang secara kredit-KapitalBoost

Tips selanjutnya adalah menghindari kebiasaan membeli barang secara mencicil. Pola pembelian secara kredit, memberi beban keuangan yang memberatkan dalam jangka panjang.

Apalagi, Anda sudah punya beban menyisihkan uang untuk membeli rumah.

4. Tingkatkan jumlah pemasukan

Mencari pemasukan tambahan bisa dilakukan untuk mempercepat pembelian rumah-KapitalBoost

Keinginan memiliki rumah sendiri juga harus disertai dengan jumlah pemasukan yang mencukupi. Oleh karena itu, kalau gaji atau pemasukan yang ada masih kurang, cari pemasukan tambahan.

Hanya saja, jangan sampai aktivitas mencari pemasukan ekstra tersebut mengganggu pekerjaan utama. Salah satu metode yang dapat Anda lakukan adalah berinvestasi.

Kapital Boost menyediakan solusi investasi peer-to-peer (P2P) berbasis syariah yang menjanjikan tingkat keuntungan tinggi. Di waktu yang sama, investasi melalui Kapital Boost dapat Anda lakukan tanpa mengganggu performa kerja.

5. Menekan angka pengeluaran

Biasanya gaya hidup hemat-KapitalBoost

Terakhir, Anda harus membiasakan gaya hidup hemat. Cara yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran adalah menyusun anggaran keuangan.

Bilyuner Hongkong, Li Ka-Shing menyarankan 5 sektor pengeluaran sebagai upaya menjaga kondisi keuangan agar tetap sehat. Misalnya, yaitu biaya hidup sehari-hari, dana pendidikan, dana sosial, dana investasi, serta yang terakhir adalah biaya rekreasi.

Nah, apakah Anda sudah siap mewujudkan mimpi membeli rumah sendiri? Yuk, praktikkan 5 tips di atas!

Sumber: