Jenis-Jenis Akad Yang Ada di Peer to Peer Syariah

Reading Time: 2 minutes

Bagi kalian yang mempunyai usaha terutama usaha yang bergerak di bidang UMKM kalian bisa memanfaatkan potensi bisnis fintech berbasis syariah. Sekarang ini bisnis fintech berbasis syariah dipercaya sangat berpotensi apa lagi seiring dengan berkembangnya keuangan syariah.

Selain itu, keuntungan dari peer to peer syairah adalah metode yang mereka gunakan disesuaikan dengan prinsip syariah yang penting sekali bagi umat muslim.

Terlebih lagi, imbal hasil dari metode ini tidak dipungut  atau dikurangi biaya apapun. Jika kalian tertarik dengan peer to peer syariah ini, maka kalian harus tahu dulu mengenai jenis-jenis akad yang ada di peer to peer syariah ini.

1. Akad Al Qardh

Akad Al Qardh adalah konsep dimana sang peminjam diwajibkan mengembalikan dana yang dia pinjam dari pemberi biaya sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama.

Kata lain Qardh ini artinya uang yang dipinjam harus segera dikembalikan sesuai dengan waktu yang ditentukan bersama dengan besar uang sebesar jumlah pokok pinjaman tersebut.

2. Wakalah bil Ujrah

Akad peer to peer syariah yang lain adalah wakalah bil Ujrah. Akad ini merupakan sebuah konsep dimana seseorang boleh memberikan kuasa pada pihak lain untuk melakukan suatu hal atas nama sang pemberi kuasa tersebut.

Nah, orang yang diberikan kuasa tersebut nantinya akan diberikan imbalan atau upah yang bisa juga disebut dengan ujrah.

Baca juga: Mengenal lebih dalam peer to peer syariah dengan peer to peer konvensional

3. Mudharabah

Mudharabah merupakan akad dimana terjadi akad jual beli antara pemilik modal dan pengelola. Sang pemilik modal akan memberikan dana kepada pihak pengelola yang mana dana tersebut kemudian digunakan untuk menjalankan operasional bisnis.

4. Musyarakah

Musyrakah adalah akad dimana sang pemberi pinjaman dan peminjam bersama-sama saling berpartisipasi dalam memberikan biaya untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama-sama.

Untung dan ruginya pun akan ditanggung oleh kedua belah pihak yang terlibat sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

5. Izaiah

Akad peer to peer syariah selanjutnya adalah ijarah. Ijarah merupakan akad sewa menyewa. Sang pemilik barang akan menawarkan barang kepada penyewa untuk digunakam kemudian sang penyewa akan membayar kepada pemberi sewa sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

6. Murabahah

Terakhir, akad murabahah merupakan akad jual beli yang terjadi antara si peminjam dan sang pemberi pinjaman. Nantinya sang pemberi pinjaman akan membeli sesuatu yang dibutuhkan yang mana nantinya akan dijual kepada si peminjam.

Pada awalnya sang pemberi pinjaman akan membeli barang secara tunai, kemudian si peminjam akan membeli barang tersebut dengan cara mencicil kepada pemberi pinjaman dengan tambahan bunga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Nah, apakah sekarang sudah memahami tentang jenis-jenis akad yang ada di peer to peer syariah? Kalau sudah, Anda bisa pelajari yang satu ini, ya!

Baca juga: Apa itu peer to peer lending?

Leave a Reply