10 Tips Cara Menjaga Keamanan Data Personal di Era Fintech

Reading Time: 3 minutes

Banyak masyarakat Indonesia yang tidak aware tentang keamanan data personal saat menggunakan internet. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga data pribadi baru muncul ketika ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakannya untuk hal yang merugikan.

Kasus seperti ini sering terjadi, contohnya menggunakan data pribadi orang lain untuk mengajukan pinjaman secara online pada sebuah fintech. Penyalahgunaan data pribadi untuk mengajukan pinjaman online hanyalah satu dari sekian banyak kerugian yang harus Anda tanggung.

Kalau Anda tidak mampu menjaga keamanan data personal di internet. Supaya Anda terhindar dari praktik-praktik merugikan tersebut, ada 10 tips yang harus benar-benar diperhatikan, yaitu:

1. Jangan mengunggah data personal secara sembarangan

Tips yang pertama adalah jangan sekali-kali mengunggah data pribadi ke internet, apalagi melalui media sosial. Saat ini, Anda bakal menjumpai banyak orang secara sadar mengunduh data pribadi seperti SIM, KTP, ataupun Kartu Keluarga ke media sosial.

Kalaupun ingin mengunggah data tersebut, usahakan untuk menyensor data penting seperti tanggal lahir, NIK, nomor KK, ataupun nomor SIM.

2. Hindari menuliskan data pribadi secara berlebihan di akun media sosial

Upaya menjaga keamanan data personal di internet bisa pula Anda lakukan dengan menghindari kebiasaan menuliskan profil secara lengkap di akun media sosial. Tulis profil pribadi secukupnya.

Jangan memampang nomor handphone, tanggal lahir, dan semacamnya di halaman yang bisa dibaca secara publik.

3. Gunakan password dengan kombinasi huruf dan angka yang sulit ditebak

Langkah pengamanan data pribadi di internet bisa pula dilakukan dengan membuat password yang sulit ditebak. Hindari memakai password seperti 123456, 111111, nama presiden, nama lengkap, dan sebagainya.

Sebagai gantinya, gunakan kombinasi huruf dan angka yang membuat siapapun kesulitan untuk menebaknya.

4. Jangan sembarangan mengeklik tautan di internet

Pencurian data pribadi di internet kerap terjadi karena kebiasaan mengeklik link tanpa memeriksa apakah tautan tersebut aman atau tidak. Praktik pencurian data pribadi seperti ini dikenal dengan istilah phishing.

Untuk mengelabui pengunjungnya, praktik phishing biasanya disertai dengan pembuatan website dengan alamat dan tampilan yang mirip dengan situs resmi dari sebuah lembaga.

5. Biasakan membaca privacy policies

Cara menjaga keamanan data pribadi yang selanjutnya adalah membiasakan diri untuk membaca privacy policies, terutama saat mengunduh aplikasi untuk smartphone.

Hindari aplikasi yang meminta akses ke data pribadi, galeri foto pribadi, seperti nomor kontak, kamera, history panggilan, pesan singkat, dan lain-lain.

Setujui pemberian akses data personal untuk aplikasi yang memang punya kepentingan sesuai dengan layanannya.

6. Selalu aktifkan antivirus

Upaya perlindungan data pribadi juga bisa dilakukan dengan melengkapi komputer atau smartphone dengan aplikasi antivirus. Tidak hanya sekadar antivirus, tetapi Anda juga perlu secara rutin melakukan update.

Dengan begitu, antivirus tersebut bisa bekerja dengan baik dalam mengatasi berbagai ancaman virus.

7. Hapus data pribadi di ponsel saat menjual handphone

Saat menjual handphone, Anda juga harus berhati-hati. Pastikan bahwa ponsel tersebut tidak lagi menyimpan data pribadi. Cara menghapus data di smartphone yang akan dijual juga harus dilakukan dengan tepat.

Gunakan fasilitas factory reset untuk melakukan penghapusan. Namun, sebelum pemakaian factory reset, lakukan enkripsi data biar data tersebut tidak bisa di-restore.

8. Lakukan transaksi secara online hanya di website tepercaya

Aktivitas belanja online juga kerap menjadi sarana pencurian data pribadi. Oleh karena itu, Anda perlu hati-hati dalam berbelanja online. Usahakan hanya melakukan transaksi di website yang punya reputasi bagus dan dikenal secara luas.

9. Manfaatkan VPN saat menggunakan WiFi di tempat umum

Saat memanfaatkan akses internet gratis melalui WiFi di tempat umum juga perlu waspada. Tak jarang, keamanan akses internet di tempat-tempat seperti itu sangat rawan.

Sebagai antisipasi, Anda dapat menggunakan VPN premium.

10. Hanya unduh aplikasi dari Google Play dan App Store Terakhir, hati-hati saat mengunduh aplikasi untuk smartphone. Hindari aktivitas pengunduhan di marketplace selain Google Play dan App Store.

Hal ini merupakan upaya preventif terhadap aplikasi yang bisa membahayakan keamanan data personal Anda.

Sumber: